Aku percaya bahwa…
Teman sesungguhnya selalu membuatmu khawatir, karena setiap dia sedih kau akan selalu ingin membuatnya tersenyum kembali.
Teman sesungguhnya selalu membuatmu jengkel dan sebal, karena rindu yang amat sangat namun terkadang tak dapat bertemu untuk melepas rindu.
Teman sesungguhnya selalu membuatmu ribet dan repot, karena kau selalu ingin memberi yang terbaik dari dirimu untuknya.
Teman sesungguhnya selalu membuatmu pedih dan marah, karena perkataan2nya yang jujur dan apa adanya untuk memperingatkanmu akan bahaya.
Teman sesungguhnya selalu membuatmu merasa risih, karena kebiasaan2nya yang tak lazim yang hanya muncul saat ada dirimu.
Teman sesungguhnya selalu membuatmu ingin menangis, karena hal2 dalam hidupnya yang menyedihkan membuatmu terharu dan yang membahagiakan menyentuh hatimu yang terdalam.
Ketika semua ini aku rasakan dan alami, aku kemudian menyadari….mereka bukan sekedar temanku….bukan juga sahabatku… mereka telah menjadi keluargaku….
Terimakasih Mbak Arda, Lintang, Mbak Ndit, Mbak Siska, Andre, Unang, Nano, Nachu, Angga…
Terimakasih Kriska, Hendra, Audi…