let me just post this…
Jumat, 1 mei 2009
Aku terpaku. Terdiam. Lalu menangis semalaman. Tak tahu lagi apa yang harus kuperbuat. Begitu kecewa dan sakit hatiku sampai aku meminta maaf pada Tuhan karena aku seperti tak mampu melepas amarah ini. Seperti tak bisa memaafkan. Seperti mantra dalam kegelapan. berkali-kali terucap dari bibirku, “ Maaf… maaf … maaf Tuhan”.
“22Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24Barang siapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 25Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah juga hidup kita dipimpin oleh Roh, 26dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.” (Galatia 5:22-26)
Saat ini hatiku seperti tersayat-sayat, hampa, seperti tak bisa melihat kebenaran dan kasih. Hatiku lelah.. Maaf Tuhan..
Minggu, 3 Mei 2009
Kupikir hatiku sudah sedikit menghangat. Kupikir perasaanku sudah sedikit lebih netral. Aku gak lagi seperti orang linglung, seperti orang bingung. Hari ini aku bisa dengan tertawa lepas bercanda dengan temen-temen gereja, dengan anak-anak sekolah minggu. Lalu ketika aku mengikuti kebaktian, air mata ini hampir menetes lagi.
Katanya, seorang pemimpin harus bisa berkorban untuk anak buahnya, seperti Yesus berkorban untuk kita, dan bukannya melarikan diri. Inilah yang namanya mengasihi dengan rela. Ya Tuhan, aku sudah tidak sanggup lagi berkorban dengan rela dan penuh kasih, perasaan ini sudah lelah untuk selalu dikecewakan. Ya Tuhan, maaf… maaf… Aku hampir saja meneteskan air mata ketika berdoa Bapa Kami. Aku tak sanggup untuk ikut berdoa, aku belum bisa memaafkan, belum mampu mengampuni ini semua. Aku masih merasa sakit hati yang sangat dalam, merasa dikhianati.
Tuhan, maafkan aku…. Maafkan aku karena belum bisa mengampuni orang yang menyakitiku. Tapi aku sedang berusaha, percayalah Tuhan…. Aku sedang berusaha. Hari ini aku melakukan langkah pertamaku untuk berekonsiliasi denga amarahku sendiri. Aku memang takut, takut tidak bisa mengendalikan emosi, tapi aku tahu…. Cepat atau lambat aku harus menghadapi ini semua. Hari ini aku main poker sama Nano dan sms Anis selamat Ulang Tahun. Terima kasih Tuhan.
Nonie said,
May 6, 2009 @ 7:11 pm
postinganmu kali ini benar2 menginspirasi & menegurku. ternyata kita sama. sama2 masih menyimpan dendam dan kejengkelan dengan orang2. buat apa berdoa Bapa Kami setiap hari kalau itu hanya jadi rutinitas belaka. bukankah kita diajarkan utk berjalan ke depan, bukannya ke belakang..
makasih ya Kike.. aku akan mencoba melupakan sma masalah2ku yg di belakang & memaafkan org2 yg mnurutku begitu menyebalkan.. Semoga kamu pun demikian.. ^^
arda cakep said,
June 10, 2009 @ 7:58 am
….smwa emang perlu proses n waktu yg ga sedikit….
dari mulai memanggil orang itu….berganti memanggil dgn nama…
lambat laun akan…..lupa klo pernah kenal (walah…)
[jgn ditiru!!!